Sponsored Links

Guru Kunci Utama Majukan Pendidikan di Indonesia

Tidak dapat dipungkiri bahwa Guru merupakan Penggerak Indonesia untuk Maju dan lebih mandiri terutama dalam hal pendidikan. Guru Indonesia telah membuktikan segala pengabdian dan komitmennya dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, baik semasa pergerakan nasional dengan mengedukasi, membina, dan menanamkan jiwa semangat nasionalisme kepada para pemuda pelajar, hingga dimasa mengisi kemerdekaan sekarang ini.

Segala ilmu yang telah ditorehkan untuk anak didik, seakan menjadi embun penyejuk dalam kehausan, sebagai pelita yang menerangi jalan baru bagi kehidupan. Kiranya pantas disematkan kepada para guru Indonesia sebagai patriot bagi pendidikan Indonesia, patriot sesungguhnya bagi pembangunan insan cendekia, sebagai patriot pembangun sumber daya manusia Indonesia, dan sebagai patriot bangsa tanpa tanda jasa. Kita bersyukur atas kehadiran sosok guru, dan sudah sepantasnyalah selain menghargai jasa-jasanya, penting untuk senantiasa pula diingat, diperingati, serta dirayakan akan hari jadinya, yaitu Hari Guru Nasional.

Guru sebagai sosok panutan yang digugu dan ditiru, banyak harapan besar dialamatkan kepadanya untuk membawa majunya bangsa melalui pembangunan SDM yang dihasilkan dari proses pendidikan. Mengingat posisi guru berada di garda terdepan yang langsung berhadapan dengan peserta didik dalam pembelajaran, meskipun katakanlah teknologi informasi begitu pesat berkembang sehingga begitu banyak menyediakan sumber pengetahuan yang berlimpah, namun tugas guru 5M (merencanakan, melaksanakan, menilai, membimbing dan melaksanakan tugas), terutama fungsi pembimbingan tetap tidak tergantikan oleh teknologi informasi.

Hal tersebut di atas bisa berarti bahwa fungsi guru tidak sebatas hanya menstransfer ilmu semata, akan tetapi justru yang lebih utama pada peran pendidiknya sebagai ciri khas yang melekat pada jatidiri guru dalam membentuk integritas kepribadian peserta didik yang berbasis pendidikan karakter. Bahkan sedemikian pentingnya kedudukan guru dalam membidani lahirnya anak bangsa yang berkualitas unggul, mantan Mendikbud Muhadjir Effendy menyatakan bahwa: “..meskipun tidak ada rumusan dan kurikulum, guru bisa membuatnya. Kalau tidak ada sarana dan prasarana, guru tetap bisa mengajar meski hanya dilapangan. Kurikulum yang sejati dalam dunia pendidikan adalah guru”.

Begitu strategisnya peran guru dalam mempersiapkan SDM Indonesia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab, sebagaimana diamanatkan dalam tujuan sistem pendidikan nasional (UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003). Maka tidaklah heran jika pemerintah sangat mengapresiasi jasa guru dengan tidak henti-hentinya untuk terus berupaya memuliakan para guru Indonesia. Selanjutnya bagaimana permasalahan Peningkatan dan Pemerataan Mutu GTK?

Dalam hal Peningkatan dan Pemerataan Mutu GTK, Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Sri Renani Pantjastuti pernah mengatakan bahwa Program Peningkatan dan Pemerataan Mutu GTK Melalui Kemitraan merupakan program yang sangat strategis. Sebab, melalui program inilah peningkatan dan pemerataan Guru dan Tenaga Kependidikan di seluruh Indonesia akan bisa cepat terkejar.

“Koordinasi dengan bidang ini sangat penting karena yang bermitra tidak hanya gurunya tapi kita juga harus bermitra antarinstansinya,” ujarnya pada Rapat Koordinasi Program Kerja Sama GTK Melalui Kemitraan Dalam Upaya Pemerataan dan Peningkatan Mutu Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) di Hotel Onih, Kota Bogor, Rabu (15/5/2019)

Maka itu, dengan adanya rapat koordinasi ini semua dinas pendidikan baik yang ada di tingkat provinsi, dan kabupaten/kota untuk benar-benar mendukung program ini. Sehingga apa yang dicita-citakan yakni pemerataan mutu pendidikan di seluruh wilayah Indonesia bisa terwujud.

“Kami berharap bidang GTK di masing-masing daerah itu bisa betul-betul mendukung pelaksanaan kemitraan guru ini. Sehingga bisa dilakukan secara efektif dan efisien,” harapnya.

Menurutnya kunci untuk memajukan pendidikan di Indonesia adalah pada kualitas dari guru itu sendiri. Apalagi seluruh wilayah Indonesia memiliki guru-guru yang bermutu dan berkualitas maka seluruh pendidikan di Indonesia juga akan lebih baik dan berkualitas.

“Hadirnya guru inti yang memberikan pembinaan dan pendampingan kepada guru mitra ini akan mempercepat pemerataan kualitas guru. Dan dari guru mitra ini memberikan pendampingan dan bimbingan kepada guru imbas, ini akan mempercepat kualitas guru-guru berkualitas di Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut dengan adanya transfer pengetahuan dari guru inti ke guru mitra selanjutnya kepada guru imbas merupakan langakah yang strategis untuk meningkatkan jumlah kualitas guru yang bermutu di Indonesia. Sehingga peningkatan mutu guru di Indonesia bisa dilaksanakan secara massal. "Inilah yang akan mempercepat peningkatan kualitas guru di Indonesia,” tegasnya.

Dia mengungkapkan program ini sudah sangat dirasakan oleh sekolah-sekolah yang ada di wilayah yang jauh dari ibu kota. Misalnya di Provinsi Kalimantan Utara yang sangat merasakan dampak dari program tersebut.

“Saya baru dengar di Kalimantan Utara dengan mulainya kemitraan ini sudah terjadi kenaikan UN di tempat mereka. Ini bisa menjadi salah satu dampak dari yang kita harapkan mengapa kita melakukan kemitraan ini,” demikian ungkapnya.

Semoga bermanfaat, Amin Ya Allah Ya Rabbal 'Alamin!

Sumber:
- pgdikdas.kemdikbud.go.id
- gtk.kemdikbud.go.id

Post a Comment

0 Comments