Sponsored Links

Guru SD Wonogiri Siap Ujian UKG

Penyelenggaraan Uji Kompetensi Guru (UKG) di Kabupaten Wonogiri berhasil menduduki peringkat terbaik kedua di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Itu menjadi prestasi yang membanggakan, karena sebelumnya UKG jadi hal yang menakutkan para guru dan mengkhawatirkan hasilnya jelek. ''Lebih-lebih, sejak awal ada kekhawatiran, terutama rekan-rekan guru SD yang gagap teknologi,'' ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Wonogiri Drs Siswanto MPd. Sejak awal, lanjutnya, dia juga mengkhawatirkan rekan-rekan guru SD. Namun ternyata mereka malah jauh lebih siap untuk mengikuti UKG. ''Hasilnya, tidak kalah dari para guru SMP,'' kata dia.

Penegasan Kepala Disdik Siswanto itu, disampaikan ketika memberikan sambutan dalam silaturahmi dan halalbihalal keluarga besar pendidikan di Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini, di aula pertemuan Disdik.

Acara diikuti kepala sekolah negeri dan swasta, pejabat Disdik, kepala unit pelaksana teknis (UPT) Disdik se-Kabupaten Wonogiri, pengurus Dewan Pendidikan dan pengurus Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Wonogiri. Hadir memberikan sambutan, Bupati Wonogiri Danar Rahmanto.

Masalah gagap teknologi memang mewarnai jalannya UKG. ''Karena gagap dan gugup, ada yang ketika membuka soal, kemudian keliru memencet tombol close. Akibatnya, nilainya nol, dan itu tidak dapat diulangi aksesnya lagi,'' kata Siswanto.

Bagi para guru yang mendapatkan nilai nol kelak akan diberi kesempatan lagi untuk mengikuti UKG gelombang kedua pada Oktober. Menurut Siswanto, guru menjadi ujung tombak dalam menyukseskan pendidikan. Perannya sebagai pendidik diharapkan dapat memberikan kontribusi positif yang signifikan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

''Ini menjadi tantangan para guru, lebih-lebih yang sudah mendapatkan tunjangan profesi, harus menjadi guru profesional yang mampu menghasilkan lulusan berkualitas,'' tandas Siswanto. Menurut Siswanto, jumlah guru sekolah negeri dan swasta di Kabupaten Wonogiri ada sekitar 9.000 lebih. ''Dari jumlah itu, sekitar 50% telah mendapatkan tunjangan profesi,'' ujarnya. Dengan tunjangan itu, diharapkan para guru semakin memacu kinerjanya dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

Post a Comment

0 Comments