Sponsored Links

Data Peserta UKG dianggap Kurang Valid

Ketua Umum PB PGRI, Sulistiyo menyesalkan terkendalanya pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG), yang menyebabkan sejumlah daerah membatalkan UKG. Pihaknya berharap kepada pemerintah untuk lebih serius mempersiapkan semua program yang ada. "PGRI menyesalkan pelaksanaan UKG yang seperti ini, tapi kami pahami bahwa ini masalah teknologi. Kami sudah menduga, karena ini dilaksanakan tergesa-gesa," ungkap Sulistiyo, Senin (30/7).

Menurutnya, program UKG merupakan program pemerintah guna memetakan dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya para guru. Namun, dirinya mengingatkan kepada pemerintah untuk mempersiapkan secara matang, sehingga, tidak terkendala oleh masalah-masalah teknis.

"Semua itu harus dipersiapkan betul. Kenapa harus tergesa-gesa kalau hasilnya menjadi tidak rapi seperti ini," imbuh anggota DPD Provinsi Jawa Tengah itu.

Selain gangguan server, masalah lain yang menjadi kendala pelaksanaan UKG adalah data yang kurang valid. "Masa masih ada nama guru yang sudah meninggal masuk dalam data peserta. Ada juga peserta yang hadir, namun ditulis sedang menguji," ungkapnya.

Sulistiyo menghimbau kepada seluruh peserta untuk tidak merasa tertekan dalam menjalani UKG. Diharapkan, para guru dapat mempersiapkan diri. "Guru-guru kami himbau untuk tidak stres. Dan, jangan ada oknum-oknum yang justru menambah kerumitan dan keresahan dengan memboikot UKG ini. Kalau mau boikot, jangan mengajak yang lainnya," ujarnya.

Post a Comment

0 Comments