Sponsored Links

Anggaran UKG Sebaiknya Digunakan untuk Pendidikan

Penyelenggaraan Uji Kompetensi Guru (UKG) masih dikritisi sejumlah pihak. Uji kompetensi tersebut sebaiknya tidak perlu dilakukan, sedangkan anggaran yang digunakan akan lebih bermanfaat bila dialokasikan untuk pemerataan pendidikan. Salah seorang guru SMP, Cipto Pratomo, Jumat (14/9), mengungkapkan, dana yang dibutuhkan untuk Penyelenggaraan uji kompetensi guru cukup besar. Tapi hasil yang diperoleh dari uji kompetensi belum mencerminkan kemampuan guru yang sebenarnya.

Menurut dia, penilaian yang paling adil terhadap kemampuan para guru adalah dengan melihat secara langsung ke lapangan saat guru memberikan pelajaran di kelas. Dengan mengamati proses pembelajarannya di kelas. Jadi bukan lewat diuji seperti ini," jelasnya.

Bahkan, dia mengatakan, sebenarnya masih ada metode lagi yang cukup sederhana untuk mengetahui kualitas dari seorang guru, yakni dengan melihat lulusan peserta didiknya. "Dengan melihat perbandingan antara nilai ujian akhir siswa (Unas) dan nilai pada saat siswa tersebut masuk sekolah dapat menjadi patokan bagaimana kemampuan dari guru tersebut," tandas dia.

Sementara Kabid Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPTK) Dinas Pendidikan Banyumas, Siswoyo, mengatakan Penyelenggaraan uji kompetensi bagi guru tetap diselenggarakan. Bahkan pemerintah telah membuat jadwal Penyelenggaraan uji kompetensi tahap kedua. "Rencananya uji kompetensi tahap kedua dilaksanakan mulai 2 Oktober mendatang. Dalam Penyelenggaraan uji kompetensi tersebut, sebelum ujian dimulai akan dilakukan uji coba terlebih dulu," jelasnya.

Kebijakan ini untuk mengantisipasi bila terjadi kekacauan, seperti pada saat Penyelenggaraan UKG tahap I. "Seperti diketahui dalam ujian tahap I banyak peserta yang tidak bisa mengakses server, sehingga pemerintah menerapkan kebijakan uji coba sebelum ujian," ujarnya.

Post a Comment

0 Comments