Sponsored Links

Tuesday, February 26, 2013

Rencana Penataan Organisasi Profesi Guru

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) saat ini menunggu masukan dari komunitas dan organisasi guru terkait penataan organisasi profesi guru yang diatur Undang-undang 14 Tahun 2005 dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomorr 74 Tahun 2008.

Menurut Menteri aturan tersebut rencananya memang akan direvisi. Namun prosesnya belum menetapkan apapun karena pihaknya masih menunggu masukan dari berbagai pihak.

"Sekarang posisi pemerintah itu untuk mendapat masukan. Kami mengajak komunitas dan organisasi guru, bagaimana sih pandangan terhadap organisasi profesi guru," kata Nuh di Kemdikbud, Rabu (6/2).

Menurutnya, kalau bicara tentang organisasi profesi, maka ada kaidah tersendiri, baik menyangkut etika profesi, pengembangan, maupun perlindungan. Nah terkait profesi guru, jika terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh guru maka ada majelis atau dewan yang mengaitkan pelanggaran tersebut dengan pelaksanaan hak dan kewajiban guru.

“Jadi kalau nanti ada seorang guru melakukan pelanggaran tidak serta merta dikaitkan dengan kriminalitas. Kami mengajak komunitas atau organisasi guru untuk memberi pandangan terhadap organisasi profesi guru,” kata Menteri mantan Rektor ITS Surabaya tersebut.

Mendikbud mengatakan, hak berserikat sebagai warga negara yang dijamin UUD 1945 agar dibedakan dengan serikat sebagai profesi. Guru, kata dia, sebelumnya bukan profesi. Namun, sejak terbitnya Undang-Undang No 14 tahun 2005, guru merupakan sebuah profesi.

“Bedakan guru sebagai profesi dengan guru sebagai anggota masyarakat biasa,” katanya.

Menteri menambahkan, guru sebagai profesi memiliki kelengkapan organisasi. Penataan organisasi profesi guru saat ini baru memasuki tahap desain organisasi dan belum ditentukan model organisasinya.

“Apa mau pakai model dokter? Dokter kan tunggal atau Ikatan Notaris Indonesia, tunggal juga. Masih draft belum kita sepakati konsep organisasi profesi guru,” tuturnya.

Untuk membangun desain tersebut, Kemdikbud akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga yang terkait, seperti, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, serta Kementerian Hukum dan HAM.

Setelah melalui berbagai tahapan tersebut, terangnya, barulah draft pembentukan organisasi profesi itu akan dimasukkan ke dalam peraturan perundangan.

Sumber : Jawa Pos


Read More...

Hasil UKG Untuk Kepentingan Kemdikbud

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh meminta kalangan guru jangan mau diremehkan dengan stigma negatif yang menganggap kualitas dan kompetensinya tidak bisa berkembang. Stigma yang dimaksud beliau seperti : "diapa-apakan, dilatih, tidak pernah bisa. Tetap saja seperti ini", menurut Menteri di Semarang, Sabtu (23/2/2013). Menurutnya stigma tersebut ditempelkan pada guru.

Pandangan tersebut diungkapkan M. Nuh usai menyampaikan sosialisasi kurikulum 2013, sekaligus meresmikan gedung pascasarjana dan peletakan batu pertama pembangunan Balairung IKIP PGRI Semarang.

Menurutnya, stigma yang meremehkan kemampuan guru itu ditunjukkan salah satunya melihat hasil uji kompetensi guru (UKG) yang sebenarnya dilakukan untuk kepentingan internal kementerian. Maksudnya untuk pemetaan kualitas guru, dan membenahi secara sistematis. Akan tetapi, itu justru dijadikan alat pukul balik kemampuan guru.

Oleh karena itu, Mendikbud mengajak seluruh guru untuk membuktikan dirinya bisa mengembangkan kompetensi dan kualitas serta tidak terpengaruh stigma negatif yang meremehkan kemampuan guru.

"Guru-guru di Indonesia punya motivasi untuk mengembangkan potensi yang luar biasa. Mari kita buktikan meski diremehkan. Tidak boleh marah dengan stigma itu, tetapi jadikan energi positif untuk maju," katanya.

Mendikbud yakin, guru-guru di Indonesia memiliki motivasi mengembangkan kualitas, mutu, dan kompetensinya secara luar biasa, salah satunya melalui penerapan kurikulum baru sebagai ajang pembuktian.

Ia mengatakan, ada setidaknya empat elemen perubahan pada kurikulum baru, yakni standar kompetensi lulusan, isi, proses, dan penilaian yang bisa dibenahi tanpa membuang struktur kurikulum sebelumnya.

"Pembelajaran harus dilakukan secara efektif. Untuk mencapai pembelajaran efektif, kuncinya dua, yakni kurikulum dan guru. Oleh karena itu, mari kita buktikan lewat kurikulum baru.

Sumber : Kompas


Read More...

Wednesday, February 20, 2013

Jadwal Pencairan Tunjangan Guru Non PNS : April 2013

Dana tunjangan bagi pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan menengah adalah salah satu program Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Direktorat P2TK Dikmen). Untuk mewujudkan pelaksanaan penyaluran dana tunjangan pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan menengah pada tahun 2013 supaya tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna, maka diperlukan data penerima tunjangan yang akurat. Sementara pencairan dijadwalkan mulai 9 April hingga 16 April 2013 disalurkan dari pusat ke rekening guru.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, yakin penyaluran dana tunjangan guru non PNS yang tahun ini diambil alih kembali oleh kemendikbud dapat berjalan cepat dan efisien. Sebab, dana itu tidak lagi didekonsentrasikan, tapi langsung ditransfer ke rekening guru.

Menurut dia, selama ini banyak guru mengeluhkan keterlambatan penyaluran tunjangan guru. Baik tunjangan melalui transfer daerah, maupun dana kementrian yang didekonsentrasikan ke pemerintah provinsi.

"Ternyata dalam pelaksanaannya sering mengalami keterlambatan, bahkan jumlahnya kurang. Makanya tunjangan ditarik ke pusat dan dibayarkan lewat kementrian. Khusus non PNS mulai dari PAUD sampai Dikmen. Mulai 9 April hingga 16 April 2013 disalurkan dari pusat ke rekening guru," kata Nuh saat Raker di Komisi X DPR, Senayan, Kamis (7/2), Jawa Pos.

Diketahui tunjangan guru non PNS 2013 berjumlah Rp 7,6 triliun tunjangan guru. Mulai tahun ini penyalurannya kembali dialmbil alih Kementrian Dikbud. Tunjangan itu meliputi tunjangan fungsional non PNS, tunjangan profesi, tunjangan khusus bagi guru di daerah terpencil dan tertinggal, dan tunjangan kualifikasi bagi guru yang melanjutkan ke DIV atau S1.

Menurut Nuh, Anggaran tersebut dialokasikan bagi sebanyak 629.044 guru. Jumlahnya meningkat dibandingkan dengan tahun lalu sebanyak 610.685 guru.

Dari anggaran tersebut, sebagian anggaran digunakan untuk tunjangan fungsional guru non PNS daerah atau guru swasta dan yang belum mendapatkan tunjangan profesi karena belum sertifikasi.

Sebagai info bahwa yang bertugas menyalurkan dana tunjangan bagi pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan menengah adalah Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kemdikbud. Berkaitan dengan hal tersebut kami akan jelaskan beberapa pengertian yang harus kita fahami bersama-sama, diantaranya :

1. Tunjangan Profesi adalah tunjangan yang diperuntukkan bagi guru PNS, guru yang diangkat dalam jabatan pengawas dan Guru Bukan PNS yang diangkat oleh pemerintah daerah atau yayasan/masyarakat penyelenggara pendidikan baik yang mengajar di sekolah negeri maupun sekolah swasta; dan sudah memiliki sertifikat pendidik.

2. Subsidi Tunjangan Fungsional adalah tunjangan yang diperuntukkan bagi Guru Bukan PNS pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah atau masyarakat; dan belum mempunyai sertifikat pendidik.

3. Tunjangan khusus adalah tunjangan yang diperuntukkan bagi guru PNS dan Bukan PNS yang bertugas di daerah khusus yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah atau masyarakat; baik yang sudah memiliki sertifikat pendidik maupun yang belum mempunyai sertifikat pendidik.

Demikian info Jadwal Pencairan Tunjangan Guru Tahun 2013 kami sampaikan. Atas perhatiannya kami mengucapkan terima kasih, semoga bermanfaat! Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!
Read More...

Jadwal Uji Kompetensi Awal (UKA) 2013

Pelaksanaan Sertifikasi Guru 2013 sebagai salah satu wujud implementasi dari UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, merupakan tahun ketujuh pelaksanaan sertifikasi guru semenjak tahun 2007. Perbaikan penyelenggaraan sertifikasi guru terus dilakukan dari tahun ke tahun untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Semenjak tahun 2012, Pemerintah melalui Kemdikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) menerapkan uji kompetensi awal (UKA) bagi guru yang berhak ikut sertifikasi. Mendikbud M. Nuh mengatakan, sertifikasi merupakan sebuah proses melalui Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG), yang ingin memastikan bahwa seseorang itu profesional sebagai guru.

Menurut Menteri ada empat ranah yang akan diujikan dalam UKA (Uji Kompetensi Awal), yaitu kompetensi pedagogi, kompetensi akademik, kompetensi institusional, dan kompetensi profesi. Karena itulah, uji kompetensi dilakukan untuk melihat kompetensi seseorang apakah sudah memenuhi empat ranah tersebut.

Uji kompetensi awal dimaksudkan untuk meningkatkan dan memastikan kesiapan guru dalam mengikuti pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG). Pelaksanaan uji kompetensi awal melibatkan berbagai instansi antara lain BPSDMP dan PMP, LPTK, LPMP, dan Dinas Pendidikan Kabuaten/Kota. Agar seluruh instansi yang terlibat mempunyai pemahaman yang sama tentang mekanisme pelaksanaan uji komptensi awal sertifikasi guru, perlu disusun Pedoman Pelaksanaan Uji Kompetensi Awal Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Tahun 2012.

Berikut kami sampaikan juga dasar hukum dan info jadwal Uji kompetensi awal (UKA):

Dasar Hukum:
Dasar hukum yang digunakan sebagai acuan pelaksanaan uji kompetensi awal sertifikasi guru dalam jabatan adalah sebagai berikut:

1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Guru.
6. Dan lain-lain peraturan.


Jadwal Uji kompetensi awal (UKA) 2013:
Penetapan jadwal UKA tahun 2013 relatif lebih lambat dibandingkan tahun 2012. Pada tahun 2012 kegiatan UKA dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 25 Februari. Sedangkan untuk tahun 2013 Uji kompetensi awal (UKA) sebagai saringan awal sertifikasi guru 2013 bergulir bulan Maret. Para guru yang sudah masuk database calon peserta sertifikasi dihimbau mulai belajar dan tidak meremehkan UKA.

Himbauan ini disampaikan Kepala Badan Pengembangan SDM dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDM-PMP) Kemendikbud Syawal Gultom. "Pengalaman hasil UKA 2012 harus jadi pelajaran," katanya di depan guru se-Mataram di kantor LPMP Provinsi NTB Rabu malam lalu (23/1), Jawa Pos.

Dalam UKA 2012 lalu, Kemendikbud benar-benar mendapat kejutan. Saat sidak ke lokasi ujian, para guru terlihat santai menghadapi ujian. Ketika hasil penilaian keluar, ternyata nilai rata-rata UKA jeblok. Nilai rata-rata nasional guru SD, SMP, dan SMA kurang dari 50 (nilai maksimal ujian 100).

"Seharusnya nilai UKA bagus," tandas Gultom. Dia mengatakan jika materi soal UKA adalah yang diajarkan guru sehari-hari. Jika hasil UKA rendah, kompetensi guru dalam mengajar dipertanyakan.

Dengan persiapan yang matang, mantan rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) itu optimis nilai guru bakal terdongkrak. Gultom mengatakan jika nilai UKA tinggi, berarti guru tidak kerepotan saat mengikuti sertifikasi.

Gultom menjelaskan jika pelaksanaan sertifikasi 2013 bakal dijalankan Juni atau Juli. Kuota sertifikasi 2013 ditetapkan sejumlah 250 ribu kursi. "Mudah-mudahan daya serapnya tinggi," kata dia.

Tahun 2012 lalu daya serap kuota sertifikasi guru tergolong rendah. Sebab pemerintah tidak bisa memaksakan guru dengan nilai UKA rendah untuk ikut sertifikasi. Gultom menegaskan supaya guru berlomba mendapatkan nilai UKA tinggi supaya bisa mulus ikut sertifikasi. Dia mengatakan sebentar lagi undangan mengikuti UKA 2013 akan segera disebar.


Sebagai tambahan bahwa menurut aturan, penyelenggaraan sertifikasi guru tahun 2013 ada beberapa perubahan baik mekanisme penyelenggaraan maupun proses penetapan peserta, diantaranya:

  1. Perubahan mekanisme penyelenggaraan yaitu disampaikannya modul/bahan ajar lebih awal kepada peserta PLPG sebelum mengikuti PLPG.
  2. Perubahan pada proses penetapan peserta yaitu penetapan peserta dilaksanakan setelah selesai uji kompetensi dan uji kompetensi diikuti seluruh guru yang belum bersertifikat pendidik dan telah memenuhi persyaratan, perangkingan dilakukan oleh sistem yang terintegrasi dengan data base NUPTK dan dipublikasikan secara online, penetapan sasaran/kuota berdasarkan keseimbangan usia dan keadilan proporsional jumlah peserta antar provinsi.

Demikian info awal Jadwal Uji Kompetensi Awal (UKA) tahun 2013. Silakan anda menantikan info selanjutnya di website guru ini. Terima kasih, semoga bermanfaat! Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!


Read More...

Popular Posts

There was an error in this gadget

Stats

 

Copyright © 2009 by Uji Kompetensi Guru

Template redesign by Mega Sites | Supported by Free Templates