Sponsored Links

Thursday, March 21, 2013

Diskusi Soal Pelatihan Guru

Untuk suksesnya implementasi kurikulum 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan segera menyelenggarakan pelatihan bagi guru. Pelatihan dilaksanakan agar kurikulum baru terlaksana secara maksimal.

Pelatihan guru (teacher training) rencananya akan dilaksanakan dengan sistem master teacher dengan alo­kasi waktu 52 jam. Proses pelatihan guru lebih diarah­kan dengan model diskusi dan tukar pikiran antar peserta.



Model ini dikembangkan karena dalam kurikulum 2013 berbasis tematik integratif guna memancing anak didik untuk mengembangkan pola pikir dan kemampuan analisis atau bernalar.

Lalu, bagaimana nasib pelatihan guru yang telah me­ngikuti Uji Kompetensi Guru (UKG), jika kini Kemdikbud lebih konsentrasi pada persiapan penyelenggaraan pelatihan guru untuk pelaksanaan kurikulum 2013?

Itulah pertanyaan yang sempat mencemaskan guru-guru yang telah mengikuti UKG. Para guru khawatir jika pelaksanaan pelatihan pasca-UKG akan batal dan tidak menentu nasibnya.

Jika pelatihan bagi peserta UKG dan persiapan kurikulum baru dibarengkan, apakah akan berjalan efektif, karena substansi dari dua pelatihan itu berbeda?

Mestinya pemerintah melaksanakan dua pelatihan itu berdiri sendiri. Masalah pelatihan guru ini memang menjadi kebutuhan vital bagi guru untuk mengembangkan profesionalisme dan kemampuan pedagogiknya, sehingga dengan guru yang mumpuni, kemajuan anak didik dan dunia pendidikan akan melaju pesat.

Terlepas dari pro dan kontra ihwal pelatihan guru, kaum pendidik dituntut untuk ”melatih” diri sendiri dengan terus belajar dan mengembangkan budaya baca.

Banyak sekali sumber referensi yang bisa diambil, baik dari draf materi kurikulum 2013 maupun ulasan masalah pendidikan melalui buku atau media massa.

Jika hanya mengandalkan kuota pelatihan yang di­berikan pemerintah, guru akan ketinggalan informasi dan pengayaan pengetahuan. Model pelatihan de­ngan master teacher, di mana guru inti yang dapat pe­la­tihan awal, menjadikan guru di daerah harus antre lama.

Dengan sikap aktif ”melatih” diri sendiri, kini mau tak mau guru dituntut punya learning to know (kedalaman pengetahuan), learning to do (kemampuan bekerja), learning to be (berkepribadian baik), dan learning to live together (mampu hidup bekerja sama).
Artikel yang cukup baik dari Haryati SAg, guru SMA 1 Kertek Wonosobo yang menggugah kita untuk meingkatkan potensi atau kualitas sebagai guru.

Sumber : Suara Merdeka


Artikel Terkait:

Comments :

0 comments to “Diskusi Soal Pelatihan Guru”

Post a Comment

Stats

 

Copyright © 2009 by Uji Kompetensi Guru

Template redesign by Mega Sites | Supported by Free Templates